PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENGENDALIAN VEKTOR MELALUI LINGKUNGAN SEHAT, TANAMAN PENOLAK NYAMUK, PRODUK HERBAL, DAN MENU PENCEGAH DEMAM BERDARAH
DOI:
https://doi.org/10.30787/empowerment.v6i2.2626Keywords:
demam berdarah dengue, lingkungan sehat, tanaman penolak nyamuk, menu sehat, lilin aromaterapiAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, keberadaan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada pengendalian vektor, tetapi juga pada pemberdayaan keluarga melalui pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan ini bertujuan menguraikan strategi pencegahan DBD melalui pengelolaan lingkungan sehat, penanaman tanaman penolak nyamuk, dan pembuatan makanan bergizi sebagai upaya meningkatkan ketahanan tubuh. Pengelolaan lingkungan sehat dilakukan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk dengan prinsip 3M Plus, serta pengelolaan sampah dan genangan air untuk menghilangkan habitat perkembangbiakan nyamuk. Penanaman tanaman penolak nyamuk menjadi alternatif pengendalian vektor yang ramah lingkungan karena menghasilkan senyawa volatil yang bersifat repalan. Produk repalan dalam bentuk lilin aromaterapi. Dalam penyusunan menu seimbang, banyak asupan cairan dan elektrolit serta cukup asupan vitamin dan mineral dapat mendukung sistem imun sehingga membantu menaikkan trombosit saat terinfeksi dengue atau mencegah terhadap infeksi dengue. Integrasi ketiga pendekatan tersebut berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mengurangi kepadatan vektor, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mencegah DBD secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
References
Ayu, P., Kasih, N., Nita, P., & Suranaya, I. G. (2023). Community Empowerment for Vector Control of Dengue Hemorrhagic Fever Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue. 4(2), 0–5.
Bowman, L. R., Donegan, S., & McCall, P. J. (2016). Is dengue vector control deficient in effectiveness or evidence?: Systematic review and meta-analysis. PLoS neglected tropical diseases, 10(3), e0004551.
BPS Kabupaten Gresik. (2025). Kabupaten Gresik Dalam Angka 2025. https://gresikkab.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/8191309d38d85206ff25c33b/kabupaten-gresik-dalam-angka-2025.html
Claudia, C. F., Safitri, S. N., Achmad, F. S. P., Al Ghifari, A. F., Hapsari, D. P., Nurhidayah, M. P., ... & Tukiman, T. (2024). Sosialisasi dan Pembuatan Spray Anti-Nyamuk Alami dari Serai dan Jeruk sebagai Upaya Pencegahan DBD. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, 2(4), 74-85.
Darmaningrat, A. (2023). Pengaruh Konsumsi Jambu Biji terhadap Peningkatan Jumlah Trombosit Pasien Demam Berdarah Dengue The Effect of Guava Consumption on Increasing Platelet Counts in Dengue Hemorrhagic Fever Patients. Nutriology, 04(3), 1–6. https://journal.universitasbumigora.ac.id/nutroilogy/article/view/2554/1297
Fernanda, I. P. (2026). Demam Berdarah Dengue; Kedokteran Komunitas; Strategi Promotif; Strategi Preventif; Pengendalian Vektor. JPNM (Jurnal Pustaka Nusantara Multidisplin), 4(2).
Jatmiko, S. W., Aisyah, R., Wahyuni, S., & Suci, R. (2024). Peningkatan pengetahuan demam berdarah dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada kader kesehatan desa karangbangun melalui edukasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, 6(2), 39–47. https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v2i1.370
Kemenkes. (2024). Cara Mencegah DBD dengan Menjaga Lingkungan dan Diri Sendiri. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-mencegah-dbd
Kisanjani, A., Bin, A., Lambi, P., Rahman, N. N., Nurdin, I., Studi, P., Industri, T., Industri, F. T., Balikpapan, U., Vokasi, F., Balikpapan, U., Psikologi, P. S., & Mulawarman, U. (2023). Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di RT 001 , Kelurahan Karingau , Kecamatan Balikpapan Barat. Jurnal Pengabdian Untuk Mu Nege RI, 7(2), 0–4. https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/PengabdianUMRI/article/view/5959/2620
Nurtimasiah, R. Y. S. W. O. (2024). Edukasi Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Berpotensi Penolak Vektor Penular DBD. Jurnal Inovasi Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (JIPPM), 4(2), 45–53.
Prameswarie, T., Ramayanti, I., & Zalmih, G. (2022). Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Knowledge , Attitude and Behavior of Housewives in Prevention. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 4(1), 56–66. https://salnesia.id/jika/article/view/222/125
Pratama, F. (2025). Mengingat Pentingnya Pencegahan Dengue dengan 3M Plus melalui ASEAN DENGUE DAY. https://ayosehat.kemkes.go.id/dengue-ancaman-tersembunyi
Rosandy, T. R. (2013). PENGEMBANGAN BUKU PERENCANAAN MENU UNTUK PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH Tutut Rizki Rosandy Abstrak. E Journal Boga, 2, 109–117.
Seri, D., Iii, K., & Ilir, O. (2024). Penyuluhan Pencegahan Demam Dengue dan Pelatihan Juru Pemantau Jentik. 6(1), 155–160.
Suhartati, R., S, M. F., Setiawan, D., & Sulhan, M. H. (2025). Analisis Faktor Pengetahuan , Gaya Hidup dan Kebersihan Lingkungan Terhadap Risiko Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) Analysis of Knowledge , Lifestyle and Environmental Cleanliness Factors on the Risk of Spreading Dengue Hemorrhagic Fever (. Jurnal Analis Kesehatan, 14(20), 54–59.
WHO. (2024). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2024-DON518
World Health Organization. (2024). Dengue-Global Situation. Geneva: WHO. https://www.who.int/health-topics/dengue-and-severe-dengue#tab=tab_1
World Health Organization. (2025). Dengue. Who.Int. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Supriatiningrum, Efta Dhartikasari Priyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.Empowerment Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













