PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI EDUKASI DAN SKRINING KEHILANGAN GIGI, STATUS GIZI, DAN KUALITAS HIDUP DI DESA LOA DURI, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DOI:
https://doi.org/10.30787/empowerment.v6i2.2696Keywords:
kehilangan gigi, status gigi, kualitas hidup, lansia, GOHAIAbstract
Kehilangan gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum pada lansia dan sering dianggap sebagai konsekuensi alami penuaan, padahal dapat mengganggu fungsi pengunyahan, memengaruhi pemilihan makanan, serta berdampak pada status gizi dan kualitas hidup. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan gizi melalui edukasi serta skrining kehilangan gigi, status gizi, dan kualitas hidup di Desa Loa Duri, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan melibatkan kader posyandu lansia, puskesmas, dan dokter gigi muda. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu pada Mei 2026 dengan desain cross-sectional terhadap 96 lansia yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Tahapan meliputi edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan kehilangan gigi (kurang dari 9 gigi dan 9 gigi atau lebih), pengukuran status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta penilaian kualitas hidup terkait kesehatan mulut menggunakan Geriatric Oral Health Assessment Index (GOHAI). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan 67,7% lansia kehilangan 9 gigi atau lebih, status gizi normal dan overweight masing-masing 43,6%, dan 65,6% memiliki kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang buruk. Kegiatan ini menghasilkan data dasar kondisi kesehatan gigi dan gizi lansia, memberi lansia informasi mengenai kondisi gigi dan status gizinya, serta memberi kader posyandu dan puskesmas dasar untuk skrining berkelanjutan dan rujukan lansia yang membutuhkan gigi tiruan. Pemberdayaan lansia melalui edukasi dan skrining terintegrasi dengan dukungan mitra layanan kesehatan perlu dilanjutkan untuk mempertahankan kesehatan gigi, fungsi pengunyahan, dan kualitas hidup lansia.
References
Afconneri, Y., Herawati, N., & Deswita, D. (2023). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko Demensia pada Lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(1), 177. https://doi.org/10.26714/jkj.12.1.2024.177-186
Atchison, K. A., & Dolan, T. A. (1990). Development of the Geriatric Oral Health Assessment Index. Journal of Dental Education, 54(11), 680–687. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2229624/
Bestari, F. A., Supriyanto, I., Laela, D. S., & Herijulianti, E. (2023). Hubungan Kehilangan Gigi dengan Status Gizi pada Lansia di Pondok Lansia Tulus Kasih Kota Bandung. Jurnal Terapi Gigi dan Mulut, 2(2), 23–30.
Chitara, N., Siwan, D., Meena, R., Guleria, A., Rana, A., Srivastava, A., Chitara, P., Rani, E., Kaur, T., & Krishan, K. (2026). Exploring digitization in forensic odontology: A current review of practices and recent advances. Egyptian Journal of Forensic Sciences, 16, Article 74. https://doi.org/10.1186/s41935-026-00573-2
Emam, A. N. (2024). Role of forensic odontology in identification of persons: A review article. Cureus, 16(3), e56570. https://doi.org/10.7759/cureus.56570
Fitriani, I. D., Hikmawati, I., Sodikin, & Azizah, U. (2023). Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak Melalui Pengetahuan dan Perilaku Orang Tua Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1(Oktober), 1–10. https://doi.org/10.26714/pskm.v1ioktober.232
G B D 2019 Oral Disorders Collaborators. (2022). Global, regional, and national levels and trends in burden of oral conditions from 1990 to 2019: A systematic analysis for the Global Burden of Disease 2019 Study. Journal of Dental Research, 101(4), 392–403. https://doi.org/10.1177/00220345211060298
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Leite, F. R. M., Tay, J. R. H., Chow, D. Y., Ng, E., Nascimento, G. G., & Peres, M. A. (2026). Tooth Loss and Edentulism Are Associated With Poorer Quality of Life: A Systematic Review and Meta-Analyses. Journal of Periodontal Research, 1–20. https://doi.org/10.1111/jre.70121
Nuraini, A., Susilawati, S., & Djais, A. I. (2020). Hubungan jumlah kehilangan gigi dengan status gizi pada lansia. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students.
Prima Nerito, A.S.F. (2023) ‘Cost Benefit Analysis of Opening Dental Poly or’, Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG), 19(2), pp. 139–148.
Salfiyadi, T. (2024). Manajemen Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi. Penerbit NEM.
Suriaatmadja, T. T. (2016). Minimalisasi Sengketa Medik Pasien dan Tenaga Kesehatan Dihubungkan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Litigasi, 16(2), 443–456. https://doi.org/10.23969/litigasi.v16i2.45
Waskitho, A., Amly, D. A., Yunisa, F., Pintadi, H., & Mirnacantika, B. A. (2023). Clinical Evaluation of Removable Partial Denture Treatment in the Lubuk Minturun, Padang City. Community Empowerment, 8(5), 669–675. https://doi.org/10.31603/ce.9088
World Health Organization. (2022). Ageing and health. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salshabrina Oktazhafira, Winda Azmi Meisari, Elliana Martalina, Nisa Muthi’ah, Listiyawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.Empowerment Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













