Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.30787/asjn.v6i1.1662Keywords:
Family Communication, Relapse, SchizophreniaAbstract
Latar Belakang: Penderita skizofrenia sering mengalami delusi, seperti mendengar suara tanpa stimulus eksternal (halusinasi auditori), meyakini diri sebagai Tuhan, menyakiti orang lain, serta menarik diri dari interaksi sosial. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kekambuhan adalah komunikasi dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi keluarga dan tingkat kekambuhan pada individu dengan skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode korelasional deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah Family Communication Scale (FCS) versi terjemahan Bahasa Indonesia untuk mengukur komunikasi keluarga, serta Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS) versi Bahasa Indonesia untuk mengukur tingkat kekambuhan. Sampel sebanyak 258 responden dipilih dari total populasi 781 pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kota Samarinda, menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi keluarga dan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Komunikasi keluarga berhubungan signifikan dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Oleh karena itu, disarankan agar layanan kesehatan di Kota Samarinda membentuk forum dukungan keluarga penderita skizofrenia, misalnya melalui grup media sosial seperti WhatsApp dan penyediaan layanan call center khusus sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan dukungan berkelanjutan.
Downloads
References
Afconneri, Y., Lim, K., Erwina, I., Dengan Kekambuhan, K., Klien, P., Poltekkes, J. K., Padang, K., Kopi, S. P., Padang, N., Padang, K., & Barat, S. (2019). The Relationship of Family Factors with Relapse in Skizofrenia Clients in Polyclinic HB. Sa’anin Padang Mental Hospital. Jkt, 10(1), 8–12.
Anggreny, Y., Sodry, S., & Saputra, B. (2018). Hubungan Komunikasi Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Poli Klinik Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru Provinsi Riau. Jurnal Ners Indonesia, 8(2), 203. https://doi.org/10.31258/jni.8.2.203-214
Apriliani, Y., & Widiani, E. (2020). Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Pasien Skizofrenia Dalam Mengontrol Halusinasi Di RS Jiwa Menur Surabaya. 16(2), 61–74.
Dinkes Kota Samarinda. (2024).
Gustina, A., Novitayani, S., & Fikriyanti. (2021). Kepatuhan minum obat pada pasien rawat jalan dengan skizofrenia di Bener Meriah. JIM FKep, 5(3), 60–67.
Hadiansyah, T. (2019). Efektivitas Intervensi Psikoedukasi Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga Dalam Merawat Klien Skizofrenia. Jurnal Skolastik Keperawatan, 4(2), 49–61. https://doi.org/10.35974/jsk.v4i2.715
Jatmika, D. G. P., Triana, K. Y., & Purwaningsih, N. K. (2020). Hubungan Komunikasi Terapeutik dan Risiko Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Jurnal Keperawatan Raflesia, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.33088/jkr.v2i1.485
Kementrian Kesehatan RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (pp. 146–379).
Marini, L. A. P., Enikmawati, A., Suyanti, S., & Widyastuti, Y. (2024). Edukasi Terapeutik untuk Meningkatkan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronik. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 5(1), 9–16. https://doi.org/10.30787/asjn.v5i1.1516
Pardede, J. A., & Hasibuan, E. K. (2019). Dukungan Caregiver Dengan Dukungan Frekuensi Kekambuhan Pasien Skizofrenia. Idea Nursing Journal, X(2), 21–26.
Pardede, J. A., Silitonga, E., & Laia, G. E. H. (2020). The Effects of Cognitive Therapy on Changes in Symptoms of Hallucinations in Schizophrenic Patients. Indian Journal of Public Health Research & Development, 256–262. https://doi.org/10.37506/ijphrd.v11i10.11153
Putri Lia Sari, Mulyanti, M., Kurniawan, C., & Dewi, I. M. (2024). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 10(1), 51–58. https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1582
Rahman, G., Rizky Setiadi, dan, Jurusan Keperawatan, D., & Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, P. (2019). Hubungan Komunikasi Keluarga Dengan Angka Kekambuhan Remaja Pengguna Napza. Jurnal Husada Mahakam, IV(8), 465–473.
Rudiana, I., & Damaiyanti, M. (2019). Hubungan Komunikasi Keluarga dengan Depresi pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Borneo Student Research, 2015, 451–457.
Sarwin, M., Arman, & Gobel, F. frianty. (2023). Faktor Resiko Kejadian Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Malangke Barat Kec. Malangke Barat Kab. Luwuk Utara. Journal of Muslim Community Health, 4(3), 200–210.
Sukarno, B. (2021). Pentingnya Komunikasi Keluarga Dalam Perkembangan Anak. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 3(1), 1–9. https://www.jurnalintelektiva.com/index.php/jurnal/article/view/539/398
Sumangut, E. (2019). Peran Komunikasi Antar Pribadi Perawat dengan Pasien Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Ratumbusyang Manado. Jurnal Kesehatan, 5(2), 45–50. https://doi.org/10.32534/jps.v5i2.746
Syaroh, M., & Lubis, I. (2020). Komunikasi Antarpribadi Guru Dan Siswa Dalam Mencegah Kenakalan Remaja. Jurnal Network Media, Vol: 3 No.(1), 95–101.
Tiara, C., Pramesti, W., Pebriyani, U., & Alfarisi, R. (2020). Hubungan Konsep Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Pada Paisen Skizofrenia Relationship Concept of Family Support with Recurrence Rate in Schizophrenia. Juni, 11(1), 522–532. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.339
Uly, H., Hidayah, U., Setiadi, D. K., & Ridwan, H. (2024). Dampak Komunikasi Teraupetik Pada Pasien Skizofrenia Terhadap Perawat di Panti Rehabilitasi Mental Barokah Bhakti Sumedang. 8, 3318–3329.
Wafa, S., & Cahyanti, I. Y. (2023). How Can Schizophrenia Occur? Case Study of Life Journey of Schizophrenic Survivor Bagaimana Skizofrenia Bisa Terjadi? Studi Kasus Perjalanan Hidup Survivor Skizofrenia. Psikostudia Jurnal Psikologi, 12(4), 454–460. http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v12i4
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mira Sutari, Mukhripah Damaiyanti, Dwi Rahmah Fitriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














