Pengaruh Konsumsi Nugget Billor dan Nugget Tahu Kelor terhadap Pertumbuhan Balita Stunting Prasekolah

Authors

  • Santia Nur Azizah Universitas Fort De Kock
  • Lydia Mardison Universitas Fort De Kock
  • Sutra Diyana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.30787/asjn.v6i2.2534

Keywords:

bilih fish, local food, moringa leaves, preschool-aged children, stunting

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi yang mengancam kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Solok sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan lokal bergizi tinggi. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian Nugget Billor (ikan bilih dan daun kelor) serta Nugget Tahu Kelor (tahu putih dan daun kelor) terhadap tinggi badan dan berat badan balita stunting usia prasekolah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pretest–posttest melibatkan 40 balita stunting usia 36–59 bulan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 balita menerima Nugget Billor dan 20 balita menerima Nugget Tahu Kelor selama 14 hari. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi a=0,05. Hasil: Pemberian Nugget Billor meningkatkan tinggi badan rata-rata sebesar 1,640 cm dan berat badan 1,290 kg (p<0,001). Pemberian Nugget Tahu Kelor meningkatkan tinggi badan rata-rata sebesar 1,730 cm (p=0,025) dan berat badan 0,855 kg (p=0,001). Kedua intervensi menunjukkan peningkatan tinggi badan dan berat badan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Nugget Billor dan Nugget Tahu Kelor berpengaruh terhadap  peningkatan pertumbuhan balita stunting usia prasekolah serta berpotensi menjadi alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Santia Nur Azizah, Universitas Fort De Kock

Program Studi Keperawatan , Fakultas Kesehatan, Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Indonesia

Lydia Mardison, Universitas Fort De Kock

Prodram Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, Indonesia

Sutra Diyana, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

References

Afifah, N. (2025). Local food based supplementary feeding to prevent stunting in coastal areas: A review. Proceeding of International Seminar and Workshop on Public Health Action, 1(1), 256–261. https://publikasi.dinus.ac.id/pph/article/view/14189

Angelina, C., Swasti, Y. R., & Pranata, F. S. (2021). Peningkatan nilai gizi produk pangan dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera): Review. Jurnal Agroteknologi, 15(1), 79–93. https://doi.org/10.19184/j-agt.v15i01.22089

Azqinar, T. C. (2019). Pemberian beras analog dan snack ikan bilih sebagai terapi gizi pasien dengan sindrom metabolik. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 6(3), 230–235. https://doi.org/10.33024/jikk.v6i3.2199

Citerawati, Y. W. (2022). Antropometri gizi: Penggunaan, pemeliharaan, dan kalibrasi alat. UNISMA Press.

Dinas Kesehatan Kabupaten Solok. (2024). Laporan data kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok. Dinas Kesehatan Kabupaten Solok.

Ernawati, F. (2016). Gambaran konsumsi protein nabati dan hewani pada anak balita stunting dan gizi kurang di Indonesia. Penelitian Gizi dan Makanan, 39(2), 95–102. https://doi.org/10.22435/pgm.v39i2.6973.95-102

Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2023). Pengaruh daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pencegahan stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.57267/fundus.v3i1.251

Hanif, F., & Berawi, K. N. (2022). Literature review: Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai makanan sehat pelengkap nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jurnal Kesehatan, 13(2), 398–407. https://doi.org/10.26630/jk.v13i2.1415

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: Literatur review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(2), 154–157.

Hubaybah, H., Parishi, I. R. P., Taslim, N. S., Hadist, N. Q., Ananda, S. T., & Apriandini, K. (2023). Penanggulangan masalah stunting pada balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Simpang Rantau Gedang tahun 2023. Empowering Society Journal, 4(3), 191–197. https://ojs.ufdk.ac.id/index.php/ESJ/article/view/2787

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Margatot, D. I., & Yudha, M. B. (2024). Studi deskriptif tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting pada balita usia 0–59 bulan di Yogyakarta. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 5(1), 77–83. https://doi.org/10.30787/asjn.v5i1.1511

Media, Y., & Elfemi, N. (2021). Permasalahan sosial budaya dan alternatif kebijakan dalam upaya penanggulangan stunting pada balita di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan, 20(1), 56–68. https://doi.org/10.22435/jek.v20i1.4130

Meilasari, N., & Adisasmito, W. (2024). Upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) pangan lokal: Systematic review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(3), 630–636. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i3.4924

Nainggolan, B. G., & Sitompul, M. (2019). Hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 1–3 tahun. Nutrix Journal, 3(1), 36–41. https://ejournal.unklab.ac.id/index.php/nutrix/article/view/390

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nugraha, I. S., Dewi, N. W. R. K., & Darmayanti, P. A. R. (2024). Pengaruh ekstrak daun kelor terhadap status gizi balita di Desa Tejakula. JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 7(2), 230–241. https://doi.org/10.33024/jfm.v7i2.15735

Nuraina, N., Susanti, A., Munawwarah, M., Salaila, M., Muna, I., Ikram, N., Dessiana, D., Hasratina, H., Miska, T., Urizky, N., & Khaira, N. (2022). Peningkatan status gizi balita melalui pemberian daun kelor (Moringa oleifera). RAMBIDEUN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 227–234. https://doi.org/10.51179/pkm.v5i3.1473

Oktavia, L., & Arisuryanti, T. (2018). Komposisi nukleotida sekuen gen mitokondria 16S rRNA ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker, 1852) Danau Singkarak, Solok, Sumatera Barat. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, 6(2), 98–104. https://doi.org/10.24252/bio.v6i2.4855

Pakaya, N., Wulansari, I., & Hasanuddin, A. D. I. (2024). Peningkatan pengetahuan pencegahan stunting pada pasangan usia subur melalui penyuluhan kesehatan di Desa Bube Baru Kabupaten Bone Bolango. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 4(2), 182–189. https://doi.org/10.37373/bemas.v4i2.666

Rahmawati, A., Pramono, J. S., & Suryani, H. (2024). Pemberian nugget tahu daun kelor berpengaruh terhadap kenaikan berat badan balita. Jurnal Kebidanan Malakbi, 5(1), 23–29. https://doi.org/10.33490/b.v5i1.1053

Solehah, N. Z., Herviana, H., Ardian, J., Fajriani, L. N., & Jauhari, M. T. (2024). Studi potensi pemberian makanan tambahan (PMT) nugget ikan tongkol terhadap berat badan anak balita stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(2). https://doi.org/10.35473/jgk.v16i2.558

Wiyono, S., Muntikah, M., & Meilinasari, M. (2023). Suplementasi makanan tambahan tinggi protein hewani, kalsium, dan zinc pada anak umur 6–24 bulan sebagai upaya peningkatan panjang badan anak. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 6(4), 354–364. https://doi.org/10.33096/woh.vi.459

Yanti, D., Permata, D. A., & Lendrawati, L. (2022). Analisis kandungan gizi produk UMKM Bilih 7 Muaro. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 26(2), 136–141.

Yuniritha, E. (2015). Pengembangan formula sirup zink dari ekstrak ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) sebagai alternatif suplementasi zink organik pada anak pendek (stunted) usia 12–36 bulan. Gizi Indonesia, 38(1), 49–62.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Azizah, S. N., Mardison, L., & Diyana, S. (2025). Pengaruh Konsumsi Nugget Billor dan Nugget Tahu Kelor terhadap Pertumbuhan Balita Stunting Prasekolah. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 6(2), 125–133. https://doi.org/10.30787/asjn.v6i2.2534

Issue

Section

Articles