Analisis Hubungan Faktor Risiko terhadap Peningkatan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Authors

  • Anis Sih Kurnia Sari Universitas Kristen Satya Wacana
  • Fiane de Fretes Universitas Kristen Satya Wacana
  • Rosiana Eva Rayanti Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.30787/asjn.v6i1.1912

Keywords:

Chronic Obstructive Pulmonary Disease, History of Respiratory Disease, Risk Factors, Smoking Habits

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit paru dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab lebih dari tiga juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2015. Berdasarkan data rumah sakit, jumlah pasien PPOK di RS Emanuel Banjarnegara terus meningkat dari tahun ke tahun, yakni sebanyak 212 pasien pada 2019, 604 pasien pada 2021, dan 656 pasien pada 2023. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan kejadian PPOK di RS Emanuel Banjarnegara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat. Penelitian dilaksanakan di RS Emanuel Banjarnegara pada Oktober–November 2024 dengan populasi seluruh pasien PPOK yang pernah atau sedang dirawat. Sampel penelitian berjumlah 86 responden. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara peningkatan kejadian PPOK dengan usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,018), riwayat penyakit pernapasan (p=0,026), dan tingkat aktivitas fisik (p=0,023). Sementara itu, riwayat merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kejadian PPOK (p=0,230). Kesimpulan: Peningkatan kejadian PPOK di RS Emanuel Banjarnegara dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit pernapasan, dan tingkat aktivitas fisik, sedangkan riwayat merokok tidak berpengaruh secara signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Anis Sih Kurnia Sari, Universitas Kristen Satya Wacana

Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana,
Salatiga, Indonesia

Fiane de Fretes, Universitas Kristen Satya Wacana

Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana,
Salatiga, Indonesia

Rosiana Eva Rayanti, Universitas Kristen Satya Wacana

Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana,
Salatiga, Indonesia

References

Agustin, N. A., Inayati, A., & Ayubbana, S. (2023). Penerapan Clapping dan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasien dengan PPOK di Ruang Paru RSUD Jend. A Yani Kota Metro Tahun 2022. Jurnal Cendikia Muda, 3(4)

Aldora, A., & Arbaningsih, R. (2025). Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Jurnal Pandu Husada, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.30596/jph.v6i2.23018

Allfazmy, P. W., Warlem, N., & Amran, R. (2022). Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di Semen Padang Hospital (SPH). Scientific Journal. https://doi.org/https://doi.org/10.56260/sciena.v1i1

Anggesti, I. (2024). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Pasien Di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Utara. http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/23856

BPS Kabupaten Banjarnegara. (2022). Banyaknya Pasien rawat Jalan RS Emanuel Purwareja-Klampok Dirinci Menurut Jenis Penyakit 2020-2021. https://banjarnegarakab.bps.go.id/indicator/30/204/1/banyaknya-pasien-rawat-jalan-rs-emanuel-purwareja-klampok-dirinci-menurut-jenis-penyakit.html

Dinkes Banjarnegara. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2022.

Fardila, F., Fauzar, & Kurniati, R. (2019). Terapi Rehabilitasi Pulmonal pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Indonesia Journal Chest, 6(2), 84–89.

Hartina, S., Wahiduddin, W., & Rismayanti, R. (2021). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik Pada Pasien RSUD Kota Makassar. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(2), 159–171. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i2.13139

Ismail, L., Ibrahim, K., & Sahrudin. (2017). Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota KendariI Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.37887/jimkesmas.v2i6.3031

Krogsbøll, L. T., Jørgensen, K. J., & Gøtzsche, P. C. (2019). General health checks in adults for reducing morbidity and mortality from disease. Cochrane Database of Systematic Reviews, 1. https://doi.org/10.1002/14651858.CD009009.pub3

Kusumawardani, N., Rahajeng, E., Mubasyiroh, R., & Suhardi. (2017). Associationof Cigarrete Smoke Expossure and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 160–166.

Morena, D., Izquierdo, J. L., Rodríguez, J., Cuesta, J., Benavent, M., Perralejo, A., & Rodríguez, J. M. (2023). The Clinical Profile of Patients with COPD Is Conditioned by Age. Journal of Clinical Medicine, 12(24). https://doi.org/10.3390/jcm12247595

Nainggolan, O., Indrawati, L., & Pradono, J. (2019). Kebugaran Jasmani menurut instrument GPAQ dibandingkan dengan VO2max pada wanita umur 25 sampai 54 tahun. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 21(4). https://doi.org/10.22435/hsr.v21i4.752

Najihah, K., & Megaputri Theovena, E. (2022). Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). Window Of Health (Jurnal Kesehatan), 5(4), 745–751. https://doi.org/https://doi.org/10.33096/woh.v5i04.38

Nurfitriani, & Mulia Ariesta, D. (2021). Faktor-Faktor yang Memperngaruhi Kejadian Penyakit Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Pasien Poliklinik Paru di RSUD Meuraxa. Jurnal Sains Riset (JSR), 11(2), 458–462. https://doi.org/10.47647/jsr.v10i12

Onwuakagba, I. U., Obiekwe, S. J., Okoye, E. C., Kanu, F. C., Amaechi, I. A., & Akosile, C. O. (2024). The Igbo version of the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ)- A cross-cultural adaptation study. Journal of Activity, Sedentary and Sleep Behaviors, 3(1). https://doi.org/10.1186/s44167-024-00061-9

Perez, T. A., Castillo, E. G., Ancochea, J., Pastor Sanz, M. T., Almagro, P., Martínez-Camblor, P., Miravitlles, M., Rodríguez-Carballeira, M., Navarro, A., Lamprecht, B., Ramírez-García Luna, A. S., Kaiser, B., Alfageme, I., Casanova, C., Esteban, C., Soler-Cataluña, J. J., De-Torres, J. P., Celli, B. R., Marin, J. M., … Soriano, J. B. (2020). Sex differences between women and men with COPD: A new analysis of the 3CIA study. Respiratory Medicine, 171. https://doi.org/10.1016/j.rmed.2020.106105

Pimenta, S., Silva, C. G., Flora, S., Hipolito, N., Burtin, C., Oliveira, A., ... & Cruz, J. (2021). What motivates patients with COPD to Be physically active? A cross-sectional study. Journal of clinical medicine, 10(23), 5631.

Satriawan, D. (2022). Gambaran Kebiasaan Merokok Penduduk Di Indonesia. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan, 5(2), 51-58.

Tim Riskedas 2018. (2019). Laporan Provinsi Jawa Tengah RISKEDAS 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).

WHO. (2021). Kementerian Kesehatan dan WHO Menerbitkan Laporan Global Adult Tobacco Survey Indonesia 2021. Tim Komunikasi World Health Organization Indonesia.

WHO. (2023). Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)

Zulaikhah, V. N., Zahrania, A., Wijayadi, K. M. Z., Apriliani, N., Fatimah, N. A., & Julianto, E. (n.d.). Evaluasi Hasil Edukasi Masyarakat tentang Baya Kandungan dalam Rokok. Indonesian Journal of Natural Science Education, 4(39), 364113. https://doi.org/https://doi.org/10.31002/nse.v4i2.1904

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Sari, A. S. K., de Fretes, F., & Rayanti, R. E. (2025). Analisis Hubungan Faktor Risiko terhadap Peningkatan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 6(1), 62–70. https://doi.org/10.30787/asjn.v6i1.1912

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.